Rivaldy Bawuo Terapkan Konsep Mudik Sangat Sederhana

Bhumiarema.com – Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari; semua orang termasuk para pemain Arema FC sudah banyak meninggalkan Malang untuk berkumpul dengan keluarga. Hal ini rupanya berlaku pada Rivaldy Bawuo yang mudik ke Gorontalo dalam momen lebaran ini.

Namun tak seperti pemain Arema FC lain yang umumnya membawa oleh-oleh, penyerang Singo Edan ini memiliki konsep sederhana. Rivaldy Bawuo sengaja tidak membawa barang banyak karena tak mau direpotkan. Bahkan pemain dengan jersey nomor 11 ini mengaku tak membawa oleg-oleh dari Malang.

“Saya ini tidak membawa apa-apa dari Malang karena memang niatnya begitu. Saya tak mau repot, apalagi membawa baju dari sini. Menurut saya disana sama saja  meski sedikit lebih mahal, menurut saya mending beli disana”, ungkap Rivaldy Bawuo memberikan keterangan kepada pewarta berita.

Rivaldy Bawuo mengaku lebih baik membawa oleh-oleh berupa uang saja. “Saya pilih kasih uang atau mentahannya saja”, tambah pemain yang biasa disapa Ipay tersebut.

Sebenarnya Rivaldy Bawuo mengetahui satu tradisi yang sering dilakukan oleh orang Timur ketika pulang kampung. Banyak orang Timur yang membawa barang bawaan dari Pulau Jawa untuk dijual lagi di kampung halaman, namun rupanya sang pemain tak mau ikut jejak tersebut.

“Saya ini tidak bisa jualan karena memang tak punya jiwa dagang. Mungkin saya cepat bangkrut jika dagang karena barang yang saya jual banyak habis saya berikan ke orang lain”, tambah sang pemain memberikan keterangan.

Rivaldy Bawuo juga mengatakan dirinya memiliki aktivitas khusus selama berada dirumah, yaitu bersih-bersih dan memoles kediaman agar menjadi lebih indah jelang lebaran. “Ya aktivitas selama dirumah bersih-bersih kemudian mengecat rumah karena memangs udah tradisi”, tandas pemain berusia 24 tahun tersebut sembari mengakhiri wawancara.

 

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *