Melanggar Aturan Bukan Bukti Cinta Arema FC!

Bhumiarema.com – Super Big Match antara Arema FC vs Persebaya Surabaya memang dimenangkan oleh kubu Singo Edan. Namun sayangnya euforia ini sedikit tercoreng karena beberapa oknum Aremania melakukan tindakan kurang terpuji, seperti melantunkan chant diskriminatif hingga merangsek ke dalam lapangan di akhir pertandingan.

Tindakan Aremania dalam laga kandang Arema FC ini mendapat sorotan khusus dari Abdul Haris. Ketua panitia pelaksana pertandingan Arema FC itu sangat menyayangkan tindakan tersebut hingga memeprtanyakan sejauh mana rasa cinta yang dimiliki oknum pendukung itu.

Abdul Haris juga menyebut bahwa pihak Arema FC menyadari bahwa tindakan ini akan berbuah sanksi dari Komisi Disiplin PSSI karena dianggap menyalahi regulasi. “Kita semua tahu bahwa jika dalam pertandingan Arema FC atau tim yang lain ada pendukung yang masuk lapangan maka bakal ada sanksi. Belum lagi jika ada aksi pelemparan benda tertentu ke lapangan itu juga ada sanksi. Kami meminta kepada Aremania untuk mengembalikan pertanyan ke diri masing-masing. Jika memang cinta dan loyal kepada Arema FC maka tolong ini dijadikan catatan agar kedepan tidak melakukannya. Apakah hal yang merugikan Arema itu bisa disebut bentuk cinta?”, ungkap Abdul Haris dalam sebuah wawancara.

Abdul Haris sebagai ketua panpel Arema FC berharap agar para pendukung mampu menahan diri. Mereka harusnya bisa memberikan dukungan yang baik kepada Singo Edan. Tentu saja bertindak santun selama dalam pertandingan atau luar pertandingan menjadi parameter agar Aremania dapat terus menjadi supporter terbaik.

“Saya sendiri yakin bahwa Aremania tentu bisa membuktikan cinta kepada Arema FC dengan baik”, paparnya sekali lagi.

Abdul Haris sebenarnya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa Aremania melalui korwil yang tersebar. Namun mungkin ada satu atau dua oknum yang memang ingin merusak. “Janganlah ini terjadi lagi”, pungkasnya mengakhiri wawancara.

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *