Kata Iwan Budianto Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan

Bhumiarema.com – Iwan Budianto selaku CEO Arema FC akhirnya angkat bicara terkait tragedi kericuhan supporter di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Pria yang juga merupakan petinggi PSSI ini mewakili manajemen dan panitia pelaksana menyampaikan maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas insiden tersebut,

Masuknya Aremania ke lapangan terduga terjadi lantaran aksi match steward yang arogan menjaga keamanan di bagian depan. “Saya selaku CEO yang membawahi seluruh tim, manajemen, serta panitia peaksana mengakui bahwa mema ada kelalaian aparat yang menyebakan insiden ini. Saya tahu tidak ada yang menginginkan kejadian ini”, ungka Iwan Budianto di hadapan pewarta berita.

Iwan Budiano menjelaskan bahwa kinerja panitia memang kurang maksimal terutama dalam pengaanan. Inilah akibat yang harus ditanggun lantaran meremehkan situasi dan kemungkinan terburuk dalam pertandingan.

“Kami juga terlalu tinggi berekpektasi pada kedewasaan Aremania sekaligus terlalu rendah menyiapkan diri hingga hal seperti ini tidak bisa dihindari”, aku pria asli Malang itu menyampaikan pernyataan

Iwan Budianto juga menyesalkan adanya insiden gas air mata salah sasaran yang tiga kali diarahkan ke tribun ekonomi sebelah selatan. “Dalam susunan panita pelaksana memang ada beberapa unsur yang dilibatkan, mulai dari match steward, aparat TNI dan Polri, dan lain sebagainya. Soal gas air mata itu biasanya dari kepolisian. Namun ini semua memang kelalaian kami selaku manajemn dan panitia pelaksana jad kami minta maaf”, ungkapnya sekali lagi.

Mengenai sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI sendiri pihak manajemen Arema FC diakui menerima dengan lapang dada. Dirinya dan manajemen tidak akan mengajukan banding sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.

“apapun vonis yang dijatuhkan kami menerima sebagai bentuk pertanggung jawaban”, tutup Iwan Budianto mengakhiri wawancara dengan pewarta berita.

 

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *