Iwan Budianto Siap Meski Arema Dihukum 10 Tahun!

Bhumiarema.com – Banyak pihak menganggap bahwa hukuman dari Komdis PSSI atas insiden yang terjadi selama pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya cukup berat. Terlebih selain didenda 100 juta rupiah, Singo Edan harus rela menjalani laga sisa musim 2018 tanpa dukungan Aremania di kandang maupun tandang.

Meski banyak pihak meminta agar manajemen Singo Edan mengajukan banding namun Iwan Budianto tak bergeming. CEO Arema FC itu menegaskan bahwa manajemen tak akan melakukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan. Bahkan, pria yang akrab disapa IB itu siap jika Arema FC harus mendapat hukuman sepuluh tahun asal mampu memberi efek jera.

“Arema FC siap dihukum sampai akhir musim, bahkan kami siap jika harus dihukum selama 10 tahun tanpa penonton beserta sanksi lainnya asal mampu memberi efek jera”, ungkap Iwan Budianto yang ditemui di sebuah acara.

Iwan Budianto berharap bahwa hukuman ini dapat menjadi titik balik bagi seluruh pihak untuk melakukan perubahan positif. Tentu saja perubahan ini meliputi klub, panitia pelaksana pertandingan, hingga pendukung masing-masing tim.

“Saya berharap agar hukuman ini mampu memberi perubahan positif bagi pendukung bola Indonesia. Kami siap menjadi martir untuk membawa kebaikan dalam sepakbola”, tambah Iwan Budianto memberikan keterangan.

IB menjelaskan bahwa Arema menjunjung tinggi penegakan regulasi sehingga setiap yang sudah dijatuhkan harus dihormati dan dipatuhi. “Kami tidak akan mengajukan banding, namun kami akan menjadi yang terdepan untuk membangun kesadaran pendukung agar menjadi lebih baik”.

Oleh karenanya, Iwan Budianto mengajak agar Aremania merenung dan melakukan instrospeksi agar mampu menjaga persatuan dan kesatuan. Diharapkan nantinya penonton mampu bersikap santun dan baik mendukung tim kesayangan.

“Tak perlulah berdebat, kita hanya perlu bangkit dan bersatu untuk berubah lebih baik”, pungkasnya mengakhiri wawancara.

 

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *