Ini Fakta Merah-Putih Terbalik Amirul Ashrafiq Hanifah

Bhumiarema.com – Publik Indonesia terhenyak dengan insiden mengejutkan di dunia sepakbola nasional. Amirul Ashrafiq Hanifah yang merupakan pemain timnas Malaysia U-16 menyulut kemarahan publik tanah air setelah ditengaraih melakukan aksi pelecehan lambing negara. Sang pemain dalam instastorynya memasang bendera putih-merah ketika berpose sebelum berangkat ke Indonesia untuk mengikuti Piala AFF U-16 2018.

Hmmm, apa yang sebenarnya terjadi? Inilah fakta menarik dari insiden terbaliknya bendera merah-putih yang dilakukan Amirul Ashrafiq Hanifah:

  • Permintaan Maaf Pemain

Sang pemain akhirnya memberikan respon dengan meminta maaf melalui akun Instagramya. Dirinya mengaku tidak memiliki niat melakukan provokasi sebab hal itu murni berupa ketidaksengajaan. Amirul Ashraf Hanifah berharap insiden tersebut tak lagi dibesar-besarkan.

  • Ancaman Pembunuhan

Warganet rupanya geram dengan aksi yang dilakukan oleh sang pemain. Hal ini lantas membuat sebuah akun instagram bernama @pride_indonesia menebar ancaman menghabisi nyawa sang pemain. Akun tersebut juga meminta sang pemain agar tidak seenaknya membolak-balik bendera negara sebab NKRI merupakan harga mati yang siap dibela rakyatnya.

  • Permintaan Maaf Sang Pelatih

Insiden yang menyakiti hati orang Indonesia tersebut turut mendapat perhatian dari pelatih timnas Malaysia U-16. Raja Shah Raja So’ib meminta maaf atas kelakukan anak asuhnya yang mungkin tak sengaja salah memasukkan bendera.

  • Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Minta Maaf

Syed Saddiq yang merupakan menteri pemuda dan olahraga Malaysia bahkan meminta maaf secara khusus atas insiden yang dilakukan Amirul Ashraf Hanifah. Sosok penting di Malaysia ini meminta maaf atas nama negara kepada Imam Nahrawi yang merupakan menpora Indonesia. Sang mentri kemudian merespon dengan menerima permintaan maaf atas nama negara tersebut.

Sebagai bangsa yang besar, menerima permintaan maaf dari negeri tetangga sudah seharusnya kita lakukan. Hal ini juga harus menjadi evaluasi bagi kita dan seluruh yang terlibat agar lebih berhati-hati ketika memposting sesuatu secara publik lewat sosial media.

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *