Aremania “Main Bola di Jalan” Sesuai Anjuran BOPI dan Menpora

aremania sepakbola di jalan

Bhumiarema.com – Buntut dari pembatalan lanjutan QNB League antara tuan rumah Arema Cronus vs PBR Persipasi Bandung Raya semakin panjang. Laga yang tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian setempat tersebut membuat supporter Singo Edan yakni Aremania meradang. Pasalnya, Arema yang sudah mempersiapkan laga krusial ini harus bisa legawa karena pertandingan ini gagal digelar.

Pembatalan pertandingan ini pun bukan tanpa alasan. Sebab, sebelumnya Arema dan juga Persebaya masih tersandung masalah legalitas untuk dapat mengikuti kompetisi tertinggi liga Indonesia tersebut. BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) melarang Arema dan Persebaya untuk bisa melanjutkan liga Indonesia. Seakan setuju dengan BOPI, Menpora pun juga melarang tim yang belum memenuhi syarat untuk berlaga di QNB League.

Bahkan, tidak turunnya ijin pertandingan oleh kepolisian Malang di pertandingan Arema vs PBR diduga karena campur tangan Menpora. Sebab sebelumnya Menpora telah membekukan organisasi sepakbola tertinggi dan tertua di Indonesia yaitu PSSI. Hal ini menyebabkan segala kekgiatan yang ada dibawah naungan PSSI seperti liga dan piala liga harus diberhentikan sementara waktu.

Yang lebih mencengangkan, Menpora dan BOPI mengatakan jika Arema ngotot ingin bermain bola, main sepakbola saja di jalanan. Mungkin maksud dari BOPI dan Menpora adalah Arema beserta tim lainnya yang masih tersandung masalah harus lebih bersabar dan bisa menunggu keputusan selanjutnya.

Namun, itu bukan kata-kata yang patut diucapkan oleh petinggi sepakbola apalagi yang mencintai olahraga terbesar di dunia ini. Salah satu supporter Arema mengatakan “Kita Aremania mungkin bukan orang berpendidikan, tapi kita tahu dan cinta sepakbola”. Kata-kata yang dikutip dari Aremania tersebut seakan menjadi tamparan keras bagi para petinggi sepakbola di pemerintahan yaitu Menpora.

Banyak sekali yang menyayangkan jika para petinggi pemerintahan di sepakbola diisi oleh orang-orang yang tidak suka bola dan tahu tentang sepakbola. Oleh karena itu, Aremania turun ke jalan dan bermain sepakbola di jalan merupakan bentuk ketidak puasan mereka dengan kinerja Menpora dan jajaran petinggi sepakbola di Indonesia. Diyakini, titik-titik yang rawan macet dan akan dijadikan ‘lapangan bola’ oleh para Aremania adalah didepan Stasiun Malang, Tugu Kota Malang dan juga disekitar Stadion Gajayana.

Bahkan sampai hari ini, Minggu sore para Aremania tetap antusias bermain sepakbola di jalan dan bahkan semakin ramai. Oleh karena itu, bagi pengguna jalan dihimbau untuk tidak melewati jalan-jalan tersebut.

Apa tanggapanmu, sam?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *